Latar Belakang
Pada tahun 1899, Robert Gersuny seorang ahli
bedah dari Vienna untuk pertamakalinya menyuntikkan mineral oil ke dalam
scrotum dimana bertujuan untuk mengganti testis pada pasien yang sudah
menjalani bilateral Orchiectomy karena penyakit Tuberculosis epididymitis.
Kesuksesannya dalam operasi ini akhirnya
mendorong orang untuk menggunakan mineral oil pada jaringan lunak khususnya
untuk mengurangi kekerutan pada wajah.
Akhir-akhir ini mineral oil banyak di
suntikkan ke daerah subkutan penis dengan tujuan untuk memperbesar penis. Namun
banyak di temukan kasus dimana setelah menyuntikkan mineral oil terjadi
komplikasi seperti granulomatous hingga dalam waktu cepat atau lambat akan
terjadi deformitas, nyeri, serta tanda tanda inflamasi.
Makin banyak pria yang menjadi korban klinik khusus laki-laki. Mereka
kebanyakan menjadi korban pembesaran alat kelamin demikian tajuk di sebuah
surat kabar.
Menurut dr. Susanto Suryaatmaja, MS, Sp.And. Pada setahun terakhir,
setiap bulan terdapat 2 sampai 3 pasien yang mengunjungi di poli Andrologi
Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya, dengan keluhan alat kelamin rusak baik bentuk
dan ukuran alat vitalnya menjadi tak karuan setelah dipermak di klinik
tersebut. Padahal sebelumnya jarang menerima pasien seperti ini. Kebanyakan
korban klinik tersebut adalah laki-laki berusia 20-30 tahun. Rata-rata mereka
tergiur oleh iklan yang mengaku sanggup memperbesar alat kelamin dalam waktu
singkat. Biasanya klinik itu menggunakan silikon cair (Jawa pos, 2007). Ada pula
pasien dengan keluhan yang sama datang ke Rumah sakit yang mengaku ikut-ikutan
teman memperbesar diameter alat kelamin dengan cara menyuntik penis dengan
cairan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan di Papua. Akibat dari penyuntikan
dengan silikon cair atau cairan dan tumbuh-tumbuhan dari papua, penis menjadi
besar dikulit sekitar glans penis dan mengeras serta timbul beberapa tonjolan.
Beberapa pria meminta pembesaran penis untuk alasan alasan fungsional. Namun
demikian mayoritas mencari untuk tujuan estetika untuk menegakkan citra macho
(perkasa) untuk urusan seks. Penis pada pria dewasa sehat bermacam macam
ukurannya, jadi untuk menetapkan pemanjangan penis untuk individu dengan
mikropenis agar mampu berdiri untuk mengeluarkan air seni, untuk memudahkan penetrasi
selama hubungan seks dan dari sudut pandang sosial untuk menghindari rasa malu
ketika dilihat oleh orang lain.
Silikonoma Penis
1.
Definisi Silikon
Silikonoma adalah granuloma kronik k. Silikonoma atau sclerosing lipogranuloma adalah suatu kondisi kulit yang ditandai
dengan banyaknya granuloma-granuloma serta fibrosis yang terjadi pada jaringan
lemak subkutan akibat dari injeksi silikone maupun mineral oil lainnya. Silikonoma penis terjadi akibat injeksi cairan
viskositas tinggi untuk tujuan membesarkan ukuran maupun merubah kontur penis.
Hal ini menyebabkan konsekuensi rusaknya fungsi seksual dari organ tersebut.
Silikon adalah polimer non organik yang bervariasi, dan cairan, karet,
hingga sejenis plastik keras. Beberapa karakteristik khusus silicon, tak bau,
tak berwarna, kedap air serta tak rusak akibat bahan kimia dan proses oksidasi,
tahan dalam suhu tinggi serta tidak menghantarkan listrik. Didunia kedokteran
silicon dikategorikan sebagai bahan terbaik untuk melakukan perbaikan bagian
tubuh, karena penolakan jaringan tubuh terhadap silicon tergolong rendah. Ada
tiga jenis silicon yang secara medis aman, silicon padat, silicon gel, silicon
cair.
Gambar rumus kimia dimethylsiloxane
Silikon penis adalah memperbesar
ukuran penis demi kepuasan pasangan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan
kepercayaan diri dan pemahaman seksual yang baik bersama pasangan. Upaya
pembesaran penis dengan cara menyuntikkan silikon yang dilakukan oleh tenaga
non medis sehingga yang terjadi adalah kerusakan penis.
Gambar A Gambar B
Keterangan : Gambar A – Silikon cair yang
akan di suntikkan ke penis
Gambar B – Penis yang bentuknya rusak
akibat suntik silikon.
2.
Fungsi dan Anatomi Penis
Penis
adalah salah satu organ reproduksi eksternal pria yang menjadi saluran keluar
bagi urin ketika kencing dan semen (air mani) saat ejakulasi. Fungsi penis
sebagai alat reproduksi sangat penting.
Gambar Anatomy Penis
Secara umum, fungsi penis ada dua yaitu:
- Urination, penis berfungsi sebagai tempat keluarnya air seni atau urin dari kandung kemih.
- Ejakulasi, penis berfungsi untuk melepaskan semen dari kelenjar prostat dan sperma dari testis.
Jadi dapat disimpulkan bahwa fungsi penis berkaitan dengan fungsi
reproduksi, seksual dan ekskresi. Menjalankan fungsi ekskresi, penis
bertugas mengeluarkan cairan sisa metabolisme yang tidak dibutuhkan tubuh,
fungsi reproduksi untuk menyalurkan sel sperma ke dalam rahim wanita agar dapat
membuahi sel telur wanita (procreation). Dan fungsi seksual sebagai alat untuk
melakukan aktifitas seksual baik itu bersama pasangan maupun sendiri
(recreation).
Struktur internal penis
terdiri dari dua ruangan berbentuk jaringan (corpus cavernosa) yang berjalan di sepanjang penis,
uretra (tabung untuk mengeluarkan urin dan ejakulasi), jaringan erektil yang
mengelilingi uretra, dua arteri utama, dan beberapa pembuluh darah dan saraf.
Bagian terpanjang dari penis adalah shaft, bagian ujung atas penis terdapat
kepala berbentuk cendawan yang disebut glans penis.
Secara umum, penis terdiri
atas tiga bagian utama, yang terbuat dari bahan seperti busa yang dapat terisi
darah, yaitu:
- Dua buah Corpus Cavernosa di kiri dan kanan atas, Kedua Corpus Cavenosa ini diliputi oleh jaringan ikat yang disebut tunica albuginea, satu lapisan jaringan kolagen yang padat dan di luarnya ada jaringan yang kurang padat yang disebut fascia buck.
- Korpus Spongiosum, yang berada di bawah dua corpus cavenosa dan mengelilingi uretra.
Ketika seorang pria medapat
stimulasi seksual dan terangsang, saraf di sekitar penis menjadi aktif,
menyebabkan otot-otot sekitar pembuluh darah menjadi rileks sehingga darah
mengalir lebih banyak ke dalam penis membuat penis kaku dan keras atau tegak.
Corpus Cavernosa
Corpus cavernosa adalah dua
ruangan yang mengisi sebagian besar penis. Ruang-ruang ini terisi jaringan
spons yang mencakup otot, ruang terbuka, pembuluh darah dan arteri. Ereksi
terjadi ketika corpus cavernosa terisi dengan darah dan berkembang.
Ereksi ini mengencangkan
pembuluh darah sehingga darah terjebak dan tidak bisa meninggalkan penis,
memungkinkan penis untuk tetap tegak selama beberapa menit. Setelah ejakulasi
terjadi atau jika gairah seks memudar, proses detumescence terjadi, di mana
otak akan mengirimkan sinyal yang memungkinkan darah meninggalkan penis,
akibatnya penis menjadi lemas kembali.
Gambar Potongan melintang penis
Selaput albuginea
Adalah
sebuah membran yang mengelilingi corpora cavenosa. Membran ini berfungsi untuk
menjaga darah tetap berada di dalam penis selama ereksi terjadi.3
Uretra
Uretra
adalah tabung yang menjadi saluran tempat urin keluar. Proses ejakulasi juga
melalui uretra. Letaknya menyusuri batang penis di bawah corpora cavernosa dan
melebar pada ujung uretra yang disebut meatus. Meatus terletak di glans (kepala
penis).
Corpus spongiosum
Corpus
spongiosum adalah salah satu bagian anatomi penis berbentuk ruang yang
mengelilingi uretra. Ruangan ini menjadi penuh dengan darah selama ereksi.
Glans (kepala penis)
Kepala
penis berbentuk seperti kerucut. Kepala penis sangat sensitif dan biasanya
tertutup oleh kulup kecuali pada penis yang ereksi. Kepala penis memiliki
beberapa fungsi yaitu meningkatkan peluang untuk pembuahan telur, menciptakan
gesekan saat berhubungan seks, dan bertindak sebagai penumbuk atau penekan di
dalam vagina selama hubungan seksual.
Frenulum
Organ
anatomi ini adalah salah satu area yang sangat sensitif pada penis, lokasinya
terletak di bagian bawah glans (kepala penis).
Smegma
Yaitu
cairan pelumas alami yang dikeluarkan untuk membuat penis tetap lembab. Smegma
ditemukan di bawah kulup penis.
Scrotum (kantung kemaluan)
Skrotum
adalah salah satu organ eksternal anatomi penis pria berbentuk kantung yang
menggantung di belakang dan di bawah penis, dan berisi testis (buah zakar).
Fungsi utama skrotum adalah untuk menjaga suhu testis tetap pada sekitar 34ο C,
suhu di mana testis paling efektif menghasilkan sperma.
Testis
Merupakan
kelenjar seksual laki-laki, ada dua testis dalam skrotum yang berfungsi
menghasilkan sperma dan hormon testosteron. Setiap testis menghasilkan hampir
150 juta sperma setiap 24jam.
Gambar Penampang testis
Etiologi
Ketakutan
laki-laki karena ukuran penisnya terlalu
kecil dan tidak akan memuaskan pasangannya. Kebanyakan laki-laki yang berpikir
penis mereka terlalu kecil sesungguhnya memiliki penis berukuran normal. Alasan
lain yang sering muncul hanya untuk meningkatkan kepercayaan dirinya. Banyak
upaya keliru yang dilakukan laki-laki untuk pembesaran penis. Korban
praktik-praktik yang tidak ilmiah tidak muncul kepermukaan karena mereka tidak
berani mengungkap kasusnya secara terbuka.
Akhirnya, masyarakat menjadi tidak mengetahui akibat buruk dari
praktik-praktik pembesaran penis yang tidak ilmiah seperti ini. Yang mengkhawatirkan,
banjirnya informasi yang menawarkan berbagai jenis praktek memperbesar penis
yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Ia menyatakan, alat-alat bantu yang
ditujukan secara komersial untuk pembesaran penis dapat berbahaya bagi
kesehatan seksual laki-laki yang bisa mengakibatkan kerusakan permanen pada
penis.
Penyakit
ini terjadi akibat injeksi silikon ke kulit penis dengan tujuan memperbesar
penis. Biasanya hal ini dilakukan oleh dokter bedah plastik, namun tidak jarang
ada jasa suntik silikon ilegal yang dilakukan oleh tenaga yang bukan dokter
sehingga terjadi kerusakan pada alat kelamin.
Embriologi
Ginjal
berasal dari metanefron yang terdiri atas bagian dorsal mesonefros dan tonjol
ureter. Metanefros ini membentuk ureter, pielum, kaliks ginjal, dan jaringan
parenkim ginjal. Struktur ini naik kea rah dorsokranial sewaktu perkembangannya
sekitar minggu kedelapan menyatu dengan blastema dan mengalami rotasi sehingga
akhirnya pielum dan hilusnya terletak disebelah medial.
Sementara itu, kloaka yang merupakan ujung
buntu usus belakang, dibagi dua sehingga membentuk sinus urogenital di sebeloah
ventral dan rectum disebelah dorsal. Dari sinus urogenital yang membentuk
sebagian uretra dan kandung kemih
Patifisiologi
Penis
disamping berfungsi sebagai alat reproduksi, juga berperan penting dalam menjalankan
fungsi rekreasi dalam hubungan seksual. Secara histologi penis tersusun dominan
oleh jaringan ikat dan hanya sedikit otot bergaris, maka sejak puberitas hingga
usia 16-17 tahun, ukuran penis sudah tidak bisa lagi mengalami perubahan.
Sedangka sebelum usia tersebut, ukuran penis masih bisa berkembang karena
pengaruh hormon, terutama testoteron.
Dampak
dari penggunaan suntik silicon atau memasukkan benda asing ke tubuh, baik dalam
bentuk cairan maupun dengan cara-cara tradisional lainnya, ternyata cukup
berbahaya. Penggunaan dari benda-benda asing tersebut sangat berbahaya, bahkan
lebih parah lagi dengan sendirinya penis akan membusuk dan putus.
Setelah
silicon disuntik ke dalam penis, maka tubuh akan bereaksi dan terjadi
peradangan. Peradangan tersebutt akan berlanjut ke mobolisasi sel-sel radang
yang berusaha menghancurkan bagian dalam penis. Akibatnya timbul bengkak,
nyeri, agak kemerahan, dan itu prosesnya berlangsung terus. Pada kedaan
tertentu radang akan hilang, namun pembengkakkan akan permanen dan berlanjut
menjadi pembentukkan jaringan ikat semacam bekas luka ke bagian dalam penis.
Jaringan ikat tersebut akan berlanjut dalam waktu yang lama dan menjadi luka,
bahkan jika infeksi, maka proses penyembuhannya akan lama dan susah, bahkan
rawan untuk bakteri lain ikut menyerang. Jika tidak di tolong secepat mungkin
oleh dokter spesialis, maka resikonya penis dengan sendirinya membusuk dan
putus dengan sendirinya.
Manifestasi
Klinik
Setelah
disuntikan silikon cair, zat tersebut akan menggenang pada area penis yang
disuntik sehingga ukurannya bertambah dari kondisi normal. Jika tubuh tidak
dapat menyerap kembali zat yang disuntikan maka zat tersebut akan menjadi benda
alien didalam tubuh dan Penyuntikan
silikon cair tidak mengakibatkan kematian, tetapi dapat mengakibatkan kerusakan
jaringan yang bersifat permanen. Yaitu mengakibatkan efek buruk seperti
pembengkakan sehingga bentuk penis tidak beraturan, kemerahan, terasa panas,
gatal, nyeri dan kadang sampai terjadi luka lecet.
A. Gambaran
Histopatology
B. Komplikasi
-
Infeksi
-
Obstuksi
Uretra
-
Ruptur
pada uretra
-
HIV/
AIDS
-
Pertumbuhan
menjadi sel liar
-
Gangren
penis
C. Pemeriksaan
Penunjang
- Darah lengkap
-
Rontgen
-
Biopsi perkembangan jaringan
D. Penatalaksanaan
Pengobatan
penghilang nyeri, radang, dan penurun bengkak hanya bersifat sementara. Secara
logika kedokteran silicon cair yang terlanjur disuntikan ke dalam jaringan
penis tak mungkin dikeluarkan dengan cara dipijit-pijit. Satu-satunya cara
yaitu dengan pembedahan untuk mengambil
silikon yang memenuhi alat kelamin tersebut.
Silikonoma
yang disebabkan oleh suntikan silikon di penis menyebabkan silikonoma sehingga
terjadi pembengkakan dan ditemukannya massa sirkuler saat palpasi.
Tata Laksana:
dilakukan insisi di daerah pubis dan skrotum. Tindakan ini tidak akan
mengembalikan ukuran, namun dapat menghilangkan nyeri saat ereksi
Terapi definitif pada pasien dengan
kasus silikonoma penis meliputi eksisi dan pengangkatan lengkap massa yang
terdapat pada jaringan kulit maupun subkutan yang bisa menyebabkan gangguan
fungsi organ, teknik ini merupakan metode yang tepat untuk menghindari gejala
penyakit ini muncul lagi di masa depan. Terdapat juga teknik lain yaitu
kombinasi antara teknik di atas dengan teknik penggunaan Scrotal Flaps atau Split Thickening Skin Grafts. Pada
teknik scrotal flaps setelah seluruh
massa diangkat, kemudian dilakukan skin
flap menggunakan kulit skrotum yang di vaskularisasi oleh cabang posterior
arteri pudenda interna atau cabang anterior arteri pudenda eksterna sebagai
flap. Split Thickening Skin Grafts merupakan
skin graft yang meliputi seluruh
bagian epidermis dan dermis. Cara ini lebih dapat diterima dari segi kosmetika
dan perbaikan fungsi seksual. Bisa menggunakan kulit dari bagian inguinal maupun
kulit asli dari penis.
Gambar scrotal flap
Medikamentosa
- Antibiotik
- NSAID
- Antihistamin
E. Pencegahan
a. Sebagai
seorang dokter umum harus melarang apabila ada seseorang yang berniat melakukan
suntik silikon atau bahan lainnya
b. Tindakan
injeksi silikon hanya dilakukan oleh dokter ahli, misalnya dokter spesialis
bedah plastik. Melakukan edukasi tentang efek samping penyuntikan silikon cair
atau bahan lainnya.
c. Konsultasi
dengan dokter ahli sebelum melakukan tindakan untuk memperbaiki penampilan
d. Memberikan
edukasi kepada pasien silikonoma bahwa tindakan pembedahan tidak akan
mengembalikan seperti keadaan semula, karena silikon atau bahan cair lainnya
sudah masuk ke sela jaringan dan tidak bisa diangkat sepenuhnya.
F. Prognosis
Pengangkatan seluruh massa
merupakan satu-satunya penanganan yang efektif dan tepat. Kekambuhan dapat
terjadi pada kasus eksisi yang tidak lengkap.






Obat Aborsi
BalasHapusJual Cytotec http://jualpilcytotecasli.com/ Penggugur Kandungan Asli
Jual Obat Aborsi Cytotec Asli Penggugur Kandungan Tuntas
Jual Obat Aborsi Ampuh http://jualobat-aborsi.com/ Obat Aborsi Garansi Tuntas
Jual Obat Aborsi