Kamis, 10 November 2016

BAHAYA !! SUNTIK SILIKON PENIS

Latar Belakang
Pada tahun 1899, Robert Gersuny seorang ahli bedah dari Vienna untuk pertamakalinya menyuntikkan mineral oil ke dalam scrotum dimana bertujuan untuk mengganti testis pada pasien yang sudah menjalani bilateral Orchiectomy karena penyakit Tuberculosis epididymitis.

Kesuksesannya dalam operasi ini akhirnya mendorong orang untuk menggunakan mineral oil pada jaringan lunak khususnya untuk mengurangi kekerutan pada wajah.

Akhir-akhir ini mineral oil banyak di suntikkan ke daerah subkutan penis dengan tujuan untuk memperbesar penis. Namun banyak di temukan kasus dimana setelah menyuntikkan mineral oil terjadi komplikasi seperti granulomatous hingga dalam waktu cepat atau lambat akan terjadi deformitas, nyeri, serta tanda tanda inflamasi.

Makin banyak pria yang menjadi korban klinik khusus laki-laki. Mereka kebanyakan menjadi korban pembesaran alat kelamin demikian tajuk di sebuah surat kabar.

Menurut dr. Susanto Suryaatmaja, MS, Sp.And. Pada setahun terakhir, setiap bulan terdapat 2 sampai 3 pasien yang mengunjungi di poli Andrologi Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya, dengan keluhan alat kelamin rusak baik bentuk dan ukuran alat vitalnya menjadi tak karuan setelah dipermak di klinik tersebut. Padahal sebelumnya jarang menerima pasien seperti ini. Kebanyakan korban klinik tersebut adalah laki-laki berusia 20-30 tahun. Rata-rata mereka tergiur oleh iklan yang mengaku sanggup memperbesar alat kelamin dalam waktu singkat. Biasanya klinik itu menggunakan silikon cair (Jawa pos, 2007). Ada pula pasien dengan keluhan yang sama datang ke Rumah sakit yang mengaku ikut-ikutan teman memperbesar diameter alat kelamin dengan cara menyuntik penis dengan cairan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan di Papua. Akibat dari penyuntikan dengan silikon cair atau cairan dan tumbuh-tumbuhan dari papua, penis menjadi besar dikulit sekitar glans penis dan mengeras serta timbul beberapa tonjolan. Beberapa pria meminta pembesaran penis untuk alasan alasan fungsional. Namun demikian mayoritas mencari untuk tujuan estetika untuk menegakkan citra macho (perkasa) untuk urusan seks. Penis pada pria dewasa sehat bermacam macam ukurannya, jadi untuk menetapkan pemanjangan penis untuk individu dengan mikropenis agar mampu berdiri untuk mengeluarkan air seni, untuk memudahkan penetrasi selama hubungan seks dan dari sudut pandang sosial untuk menghindari rasa malu ketika dilihat oleh orang lain.



Silikonoma Penis

1.       Definisi Silikon

Silikonoma  adalah granuloma kronik  k. Silikonoma atau sclerosing lipogranuloma adalah suatu kondisi kulit yang ditandai dengan banyaknya granuloma-granuloma serta fibrosis yang terjadi pada jaringan lemak subkutan akibat dari injeksi silikone maupun mineral oil lainnya.  Silikonoma penis terjadi akibat injeksi cairan viskositas tinggi untuk tujuan membesarkan ukuran maupun merubah kontur penis. Hal ini menyebabkan konsekuensi rusaknya fungsi seksual dari organ tersebut.

Silikon adalah polimer non organik yang bervariasi, dan cairan, karet, hingga sejenis plastik keras. Beberapa karakteristik khusus silicon, tak bau, tak berwarna, kedap air serta tak rusak akibat bahan kimia dan proses oksidasi, tahan dalam suhu tinggi serta tidak menghantarkan listrik. Didunia kedokteran silicon dikategorikan sebagai bahan terbaik untuk melakukan perbaikan bagian tubuh, karena penolakan jaringan tubuh terhadap silicon tergolong rendah. Ada tiga jenis silicon yang secara medis aman, silicon padat, silicon gel, silicon cair.






                                    Gambar rumus kimia dimethylsiloxane


Silikon penis adalah memperbesar ukuran penis demi kepuasan pasangan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan pemahaman seksual yang baik bersama pasangan. Upaya pembesaran penis dengan cara menyuntikkan silikon yang dilakukan oleh tenaga non medis sehingga yang terjadi adalah kerusakan penis.





 













































 
                      Gambar A                                       Gambar B

            Keterangan : Gambar A – Silikon cair yang akan di suntikkan ke penis

                                Gambar B – Penis yang bentuknya rusak akibat suntik silikon. 
2.       Fungsi dan Anatomi Penis

            Penis adalah salah satu organ reproduksi eksternal pria yang menjadi saluran keluar bagi urin ketika kencing dan semen (air mani) saat ejakulasi. Fungsi penis sebagai alat reproduksi sangat penting.


















Gambar Anatomy Penis

Secara umum, fungsi penis ada dua yaitu:

  1. Urination, penis berfungsi sebagai tempat keluarnya air seni atau urin dari kandung kemih.
  2. Ejakulasi, penis berfungsi untuk melepaskan semen dari kelenjar prostat dan sperma dari testis.

Jadi dapat disimpulkan bahwa fungsi penis berkaitan dengan fungsi reproduksi, seksual dan ekskresi. Menjalankan fungsi ekskresi, penis bertugas mengeluarkan cairan sisa metabolisme yang tidak dibutuhkan tubuh, fungsi reproduksi untuk menyalurkan sel sperma ke dalam rahim wanita agar dapat membuahi sel telur wanita (procreation). Dan fungsi seksual sebagai alat untuk melakukan aktifitas seksual baik itu bersama pasangan maupun sendiri (recreation).

Struktur internal penis terdiri dari dua ruangan berbentuk jaringan (corpus cavernosa) yang berjalan di sepanjang penis, uretra (tabung untuk mengeluarkan urin dan ejakulasi), jaringan erektil yang mengelilingi uretra, dua arteri utama, dan beberapa pembuluh darah dan saraf. Bagian terpanjang dari penis adalah shaft, bagian ujung atas penis terdapat kepala berbentuk cendawan yang disebut glans penis.

Secara umum, penis terdiri atas tiga bagian utama, yang terbuat dari bahan seperti busa yang dapat terisi darah, yaitu:

  1. Dua buah Corpus Cavernosa di kiri dan kanan atas, Kedua Corpus Cavenosa ini diliputi oleh jaringan ikat yang disebut tunica albuginea, satu lapisan jaringan kolagen yang padat dan di luarnya ada jaringan yang kurang padat yang disebut fascia buck.
  2. Korpus Spongiosum, yang berada di bawah dua corpus cavenosa dan mengelilingi uretra.

Ketika seorang pria medapat stimulasi seksual dan terangsang, saraf di sekitar penis menjadi aktif, menyebabkan otot-otot sekitar pembuluh darah menjadi rileks sehingga darah mengalir lebih banyak ke dalam penis membuat penis kaku dan keras atau tegak.



Corpus Cavernosa

Corpus cavernosa adalah dua ruangan yang mengisi sebagian besar penis. Ruang-ruang ini terisi jaringan spons yang mencakup otot, ruang terbuka, pembuluh darah dan arteri. Ereksi terjadi ketika corpus cavernosa terisi dengan darah dan berkembang.

Ereksi ini mengencangkan pembuluh darah sehingga darah terjebak dan tidak bisa meninggalkan penis, memungkinkan penis untuk tetap tegak selama beberapa menit. Setelah ejakulasi terjadi atau jika gairah seks memudar, proses detumescence terjadi, di mana otak akan mengirimkan sinyal yang memungkinkan darah meninggalkan penis, akibatnya penis menjadi lemas kembali.











 







Gambar  Potongan melintang penis



Selaput albuginea

Adalah sebuah membran yang mengelilingi corpora cavenosa. Membran ini berfungsi untuk menjaga darah tetap berada di dalam penis selama ereksi terjadi.3



Uretra

Uretra adalah tabung yang menjadi saluran tempat urin keluar. Proses ejakulasi juga melalui uretra. Letaknya menyusuri batang penis di bawah corpora cavernosa dan melebar pada ujung uretra yang disebut meatus. Meatus terletak di glans (kepala penis).



Corpus spongiosum

Corpus spongiosum adalah salah satu bagian anatomi penis berbentuk ruang yang mengelilingi uretra. Ruangan ini menjadi penuh dengan darah selama ereksi.



Glans (kepala penis)

Kepala penis berbentuk seperti kerucut. Kepala penis sangat sensitif dan biasanya tertutup oleh kulup kecuali pada penis yang ereksi. Kepala penis memiliki beberapa fungsi yaitu meningkatkan peluang untuk pembuahan telur, menciptakan gesekan saat berhubungan seks, dan bertindak sebagai penumbuk atau penekan di dalam vagina selama hubungan seksual.



Frenulum

Organ anatomi ini adalah salah satu area yang sangat sensitif pada penis, lokasinya terletak di bagian bawah glans (kepala penis).



Smegma

Yaitu cairan pelumas alami yang dikeluarkan untuk membuat penis tetap lembab. Smegma ditemukan di bawah kulup penis.



Scrotum (kantung kemaluan)

Skrotum adalah salah satu organ eksternal anatomi penis pria berbentuk kantung yang menggantung di belakang dan di bawah penis, dan berisi testis (buah zakar). Fungsi utama skrotum adalah untuk menjaga suhu testis tetap pada sekitar 34ο C, suhu di mana testis paling efektif menghasilkan sperma.



Testis

Merupakan kelenjar seksual laki-laki, ada dua testis dalam skrotum yang berfungsi menghasilkan sperma dan hormon testosteron. Setiap testis menghasilkan hampir 150 juta sperma setiap 24jam.












Gambar Penampang testis





Etiologi

Ketakutan laki-laki  karena ukuran penisnya terlalu kecil dan tidak akan memuaskan pasangannya. Kebanyakan laki-laki yang berpikir penis mereka terlalu kecil sesungguhnya memiliki penis berukuran normal. Alasan lain yang sering muncul hanya untuk meningkatkan kepercayaan dirinya. Banyak upaya keliru yang dilakukan laki-laki untuk pembesaran penis. Korban praktik-praktik yang tidak ilmiah tidak muncul kepermukaan karena mereka tidak berani mengungkap kasusnya secara terbuka.  Akhirnya, masyarakat menjadi tidak mengetahui akibat buruk dari praktik-praktik pembesaran penis yang tidak ilmiah seperti ini. Yang mengkhawatirkan, banjirnya informasi yang menawarkan berbagai jenis praktek memperbesar penis yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Ia menyatakan, alat-alat bantu yang ditujukan secara komersial untuk pembesaran penis dapat berbahaya bagi kesehatan seksual laki-laki yang bisa mengakibatkan kerusakan permanen pada penis.

Penyakit ini terjadi akibat injeksi silikon ke kulit penis dengan tujuan memperbesar penis. Biasanya hal ini dilakukan oleh dokter bedah plastik, namun tidak jarang ada jasa suntik silikon ilegal yang dilakukan oleh tenaga yang bukan dokter sehingga terjadi kerusakan pada alat kelamin.

Embriologi

Ginjal berasal dari metanefron yang terdiri atas bagian dorsal mesonefros dan tonjol ureter. Metanefros ini membentuk ureter, pielum, kaliks ginjal, dan jaringan parenkim ginjal. Struktur ini naik kea rah dorsokranial sewaktu perkembangannya sekitar minggu kedelapan menyatu dengan blastema dan mengalami rotasi sehingga akhirnya pielum dan hilusnya terletak disebelah medial.

     Sementara itu, kloaka yang merupakan ujung buntu usus belakang, dibagi dua sehingga membentuk sinus urogenital di sebeloah ventral dan rectum disebelah dorsal. Dari sinus urogenital yang membentuk sebagian uretra dan kandung kemih

Patifisiologi

Penis disamping berfungsi sebagai alat reproduksi, juga berperan penting dalam menjalankan fungsi rekreasi dalam hubungan seksual. Secara histologi penis tersusun dominan oleh jaringan ikat dan hanya sedikit otot bergaris, maka sejak puberitas hingga usia 16-17 tahun, ukuran penis sudah tidak bisa lagi mengalami perubahan. Sedangka sebelum usia tersebut, ukuran penis masih bisa berkembang karena pengaruh hormon, terutama testoteron.

Dampak dari penggunaan suntik silicon atau memasukkan benda asing ke tubuh, baik dalam bentuk cairan maupun dengan cara-cara tradisional lainnya, ternyata cukup berbahaya. Penggunaan dari benda-benda asing tersebut sangat berbahaya, bahkan lebih parah lagi dengan sendirinya penis akan membusuk dan putus.

Setelah silicon disuntik ke dalam penis, maka tubuh akan bereaksi dan terjadi peradangan. Peradangan tersebutt akan berlanjut ke mobolisasi sel-sel radang yang berusaha menghancurkan bagian dalam penis. Akibatnya timbul bengkak, nyeri, agak kemerahan, dan itu prosesnya berlangsung terus. Pada kedaan tertentu radang akan hilang, namun pembengkakkan akan permanen dan berlanjut menjadi pembentukkan jaringan ikat semacam bekas luka ke bagian dalam penis. Jaringan ikat tersebut akan berlanjut dalam waktu yang lama dan menjadi luka, bahkan jika infeksi, maka proses penyembuhannya akan lama dan susah, bahkan rawan untuk bakteri lain ikut menyerang. Jika tidak di tolong secepat mungkin oleh dokter spesialis, maka resikonya penis dengan sendirinya membusuk dan putus dengan sendirinya.

Manifestasi Klinik

Setelah disuntikan silikon cair, zat tersebut akan menggenang pada area penis yang disuntik sehingga ukurannya bertambah dari kondisi normal. Jika tubuh tidak dapat menyerap kembali zat yang disuntikan maka zat tersebut akan menjadi benda alien didalam tubuh dan  Penyuntikan silikon cair tidak mengakibatkan kematian, tetapi dapat mengakibatkan kerusakan jaringan yang bersifat permanen. Yaitu mengakibatkan efek buruk seperti pembengkakan sehingga bentuk penis tidak beraturan, kemerahan, terasa panas, gatal, nyeri dan kadang sampai terjadi luka lecet.



A.  Gambaran Histopatology





























































 








 B.  Komplikasi

-          Infeksi

-          Obstuksi Uretra

-          Ruptur pada uretra

-          HIV/ AIDS

-          Pertumbuhan menjadi sel liar

-          Gangren penis



C.  Pemeriksaan Penunjang

-    Darah lengkap

-    Rontgen

-    Biopsi perkembangan jaringan

D.  Penatalaksanaan

Pengobatan penghilang nyeri, radang, dan penurun bengkak hanya bersifat sementara. Secara logika kedokteran silicon cair yang terlanjur disuntikan ke dalam jaringan penis tak mungkin dikeluarkan dengan cara dipijit-pijit. Satu-satunya cara yaitu dengan pembedahan  untuk mengambil silikon yang memenuhi alat kelamin tersebut.

Silikonoma yang disebabkan oleh suntikan silikon di penis menyebabkan silikonoma sehingga terjadi pembengkakan dan ditemukannya massa sirkuler saat palpasi.

Tata Laksana: dilakukan insisi di daerah pubis dan skrotum. Tindakan ini tidak akan mengembalikan ukuran, namun dapat menghilangkan nyeri saat ereksi

Terapi definitif pada pasien dengan kasus silikonoma penis meliputi eksisi dan pengangkatan lengkap massa yang terdapat pada jaringan kulit maupun subkutan yang bisa menyebabkan gangguan fungsi organ, teknik ini merupakan metode yang tepat untuk menghindari gejala penyakit ini muncul lagi di masa depan. Terdapat juga teknik lain yaitu kombinasi antara teknik di atas dengan teknik penggunaan Scrotal Flaps atau  Split Thickening Skin Grafts. Pada teknik scrotal flaps setelah seluruh massa diangkat, kemudian dilakukan skin flap menggunakan kulit skrotum yang di vaskularisasi oleh cabang posterior arteri pudenda interna atau cabang anterior arteri pudenda eksterna sebagai flap. Split Thickening Skin Grafts merupakan skin graft yang meliputi seluruh bagian epidermis dan dermis. Cara ini lebih dapat diterima dari segi kosmetika dan perbaikan fungsi seksual. Bisa menggunakan kulit dari bagian inguinal maupun kulit asli dari penis.











 
















 



 
                                           Gambar scrotal flap



Medikamentosa

            - Antibiotik

            - NSAID

            - Antihistamin

E.   Pencegahan

a.       Sebagai seorang dokter umum harus melarang apabila ada seseorang yang berniat melakukan suntik silikon atau bahan lainnya

b.      Tindakan injeksi silikon hanya dilakukan oleh dokter ahli, misalnya dokter spesialis bedah plastik. Melakukan edukasi tentang efek samping penyuntikan silikon cair atau bahan lainnya.

c.       Konsultasi dengan dokter ahli sebelum melakukan tindakan untuk memperbaiki penampilan

d.      Memberikan edukasi kepada pasien silikonoma bahwa tindakan pembedahan tidak akan mengembalikan seperti keadaan semula, karena silikon atau bahan cair lainnya sudah masuk ke sela jaringan dan tidak bisa diangkat sepenuhnya.

F.   Prognosis

            Pengangkatan seluruh massa merupakan satu-satunya penanganan yang efektif dan tepat. Kekambuhan dapat terjadi pada kasus eksisi yang tidak lengkap.



1 komentar:

  1. Obat Aborsi
    Jual Cytotec http://jualpilcytotecasli.com/ Penggugur Kandungan Asli
    Jual Obat Aborsi Cytotec Asli Penggugur Kandungan Tuntas
    Jual Obat Aborsi Ampuh http://jualobat-aborsi.com/ Obat Aborsi Garansi Tuntas
    Jual Obat Aborsi

    BalasHapus